Pasca kasus klaster sekolah, PTM SDN Gendongan 1 Salatiga dilanjutkan
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri Gendongan 1 Salatiga, Jawa Tengah, Senin (18/10) kembali dilanjutkan setelah lebih dari dua pekan dihentikan karena beberapa siswanya terpapar Covid-19.

Elshinta.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri Gendongan 1 Salatiga, Jawa Tengah, Senin (18/10) kembali dilanjutkan setelah lebih dari dua pekan dihentikan karena beberapa siswanya terpapar Covid-19.
Rudiyanto, Satgas Covid-19 SDN Gendongan 1 mengatakan, sebenarnya protokol kesehatan (prokes) sejak sebelum ditemukan kasus 7 siswa terpapar Covid-19 sudah diterapkan dengan ketat namun kenapa masih ada siswa yang terpapar pihak sekolah juga heran kenapa masih ada siswa yang terpapar juga. Menurutnya, ditemukanya klaster sekolah SDN Gendongan 1 setelah salah satu siswa mengalami demam dan setelah diperiksakan ke Puskesmas Tingkir siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab.
"Protokol kesehatan selalu diberlakukan dengan ketat di sekolah namun entah kenapa masih ada siswa yang terpapar juga," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (18/10).
Dilanjutkannya PTM di SD Negeri Gendongan 1 disambut senang oleh siswa salah satunya oleh Naila. Naila mengaku senang setelah sekolah sempat ditutup karena beberapa siswa terpapar Covid-19. Naila juga mengaku protokol kesehatan (prokes) diberlakukan dengan ketat agar kasus klaster sekolah tidak muncul lagi.
"Protokol kesehatan sangat ketat, diantaranya dilakukan pengukuran suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan, membawa hand sanitizer dan jaga jarak di sekolah," katanya.